“Iti imasmiṁ sati idaṁ hoti, imassuppādā idaṁ uppajjati,
“Ketika ini ada, maka ini menjadi ada; dengan munculnya ini, maka ini muncul.
“So, when this exists, this comes to be; due to the arising of this, this arises.
Khotbah tentang Pencerahan (Ke-3)
“Iti imasmiṁ sati idaṁ hoti, imassuppādā idaṁ uppajjati,
“Ketika ini ada, maka ini menjadi ada; dengan munculnya ini, maka ini muncul.
“So, when this exists, this comes to be; due to the arising of this, this arises.
imasmiṁ asati idaṁ na hoti, imassa nirodhā idaṁ nirujjhati; yadidaṁ—
Ketika ini tidak ada, maka ini tidak menjadi ada; dengan lenyapnya ini, maka ini lenyap. Yaitu:
When this doesn’t exist, this doesn’t come to be; due to the cessation of this, this ceases. That is:
avijjāpaccayā saṅkhārā,
Dengan ketidaktahuan sebagai kondisi, muncullah bentukan-bentukan kehendak.
Ignorance is a requirement for choices.
saṅkhārapaccayā viññāṇaṁ,
Dengan bentukan-bentukan kehendak sebagai kondisi, muncullah kesadaran.
Choices are a requirement for consciousness.
viññāṇapaccayā nāmarūpaṁ,
Kesadaran adalah syarat bagi batin dan bentuk.
Consciousness is a requirement for name and form.
nāmarūpapaccayā saḷāyatanaṁ,
Batin dan bentuk adalah syarat bagi enam bidang indra.
Name and form are requirements for the six sense fields.
saḷāyatanapaccayā phasso,
Enam bidang indra adalah syarat bagi kontak.
The six sense fields are requirements for contact.
phassapaccayā vedanā,
Kontak adalah syarat bagi perasaan.
Contact is a requirement for feeling.
vedanāpaccayā taṇhā,
Perasaan adalah syarat bagi nafsu keinginan.
Feeling is a requirement for craving.
taṇhāpaccayā upādānaṁ,
Nafsu keinginan adalah syarat bagi kemelekatan.
Craving is a requirement for grasping.
upādānapaccayā bhavo,
Kemelekatan adalah syarat bagi kelangsungan eksistensi.
Grasping is a requirement for continued existence.
bhavapaccayā jāti,
Kelangsungan eksistensi adalah syarat bagi kelahiran kembali.
Continued existence is a requirement for rebirth.
jātipaccayā jarāmaraṇaṁ sokaparidevadukkhadomanassupāyāsā sambhavanti.
Kelahiran kembali adalah syarat bagi usia tua dan kematian, duka, ratapan, sakit, kesedihan, dan keputusasaan untuk muncul.
Rebirth is a requirement for old age and death, sorrow, lamentation, pain, sadness, and distress to come to be.
Evametassa kevalassa dukkhakkhandhassa samudayo hoti.
Demikianlah asal mula seluruh massa penderitaan ini terjadi.
That is how this entire mass of suffering originates.