Kemudian Sang Bhagavā, setelah mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Keṇiya sang pertapa berambut kusut dengan syair-syair ini, bangkit dari duduknya dan pergi.
When the Buddha had expressed his appreciation to Keṇiya the matted-hair ascetic with these verses, he rose from his seat and left.
Kemudian Yang Mulia Sela beserta rombongannya, hidup menyendiri, terasing, tekun, bersemangat, dan bertekad bulat, tidak lama kemudian... mencapai puncak tertinggi kehidupan spiritual di kehidupan ini juga. Mereka hidup setelah mencapai dengan kebijaksanaan mereka sendiri tujuan yang karenanya para putra keluarga yang baik dengan benar meninggalkan kehidupan berumah tangga menuju kehidupan tanpa rumah.
Then Venerable Sela and his assembly, living alone, withdrawn, diligent, keen, and resolute, soon realized the supreme culmination of the spiritual path in this very life. They lived having achieved with their own insight the goal for which gentlemen rightly go forth from the lay life to homelessness.