Kemudian Keṇiya sang pertapa berambut kusut dengan tangannya sendiri melayani dan memuaskan Saṅgha para bhikkhu yang dipimpin oleh Buddha dengan makanan keras dan lunak yang lezat.
Then Keṇiya served and satisfied the mendicant Saṅgha headed by the Buddha with his own hands with delicious fresh and cooked foods.
Ketika Bhagavā telah selesai makan dan telah mencuci tangan serta mangkuk-Nya, Keṇiya sang pertapa berambut kusut mengambil tempat duduk yang rendah dan duduk di satu sisi.
When the Buddha had eaten and washed his hand and bowl, Keṇiya took a low seat and sat to one side.