snp3.7:1.1 Demikianlah yang kudengar:
snp3.7:1.2 Pada suatu ketika, Sang Bhagavā sedang berkelana di negeri Aṅguttarāpa bersama dengan sejumlah besar Saṅgha bhikkhu, yaitu sebanyak seribu dua ratus lima puluh bhikkhu, dan tiba di sebuah kota bernama Āpaṇa.
snp3.7:1.3 Pertapa berambut kusut bernama Keṇiya mendengar:
snp3.7:1.4 “Sesungguhnya, Petapa Gotama—putra Sakya, yang telah meninggalkan keduniawian dari keluarga Sakya—telah tiba di Āpaṇa, bersama dengan sejumlah besar Saṅgha bhikkhu, yaitu sebanyak seribu dua ratus lima puluh bhikkhu.
snp3.7:1.5 Dan mengenai Yang Mulia Gotama itu, tersebar kabar baik yang demikian:
snp3.7:1.6 ‘Sungguh, Bhagavā itu adalah Yang Mahasuci, telah mencapai penerangan sempurna, sempurna dalam pengetahuan dan perilaku, sempurna menempuh jalan, pengenal seluruh alam, pemimpin tiada tara bagi makhluk yang perlu dijinakkan, guru para dewa dan manusia, Yang Tercerahkan, Yang Bhagavā.’
snp3.7:1.7 Ia telah menyadari secara langsung dengan kebijaksanaan-Nya sendiri dunia ini—dengan para dewanya, Māra, dan Brahmā, serta generasi ini dengan para pertapa dan brahmana, para dewa dan manusia—dan Ia menyatakannya kepada orang lain.
snp3.7:1.8 Ia mengajarkan Dhamma yang indah pada awalnya, indah pada pertengahannya, dan indah pada akhirnya, yang bermakna dan terperinci; dan Ia mengungkapkan kehidupan suci yang sepenuhnya lengkap dan murni.
snp3.7:1.9 Sungguh baik melihat para Arahanta yang demikian itu.”