Atha kho sabhiyassa paribbājakassa etadahosi:
Kemudian Sabhiya si pengembara berpikir,
Then Sabhiya thought,
Sabhiya Sutta
Atha kho sabhiyassa paribbājakassa etadahosi:
Kemudian Sabhiya si pengembara berpikir,
Then Sabhiya thought,
“ye kho te bhonto samaṇabrāhmaṇā saṅghino gaṇino gaṇācariyā ñātā yasassino titthakarā sādhusammatā bahujanassa, seyyathidaṁ—
"Para petapa dan brahmana yang termasyhur ini, yang memiliki pengikut, memiliki kelompok, menjadi guru bagi kelompoknya, dikenal, terkenal, dianggap suci oleh banyak orang, yaitu—
“Those famous ascetics and brahmins
pūraṇo kassapo …pe… nigaṇṭho nāṭaputto—
Pūraṇa Kassapa … dan Nigaṇṭha Nāṭaputta—
te mayā pañhe puṭṭhā na sampāyanti,
Mereka tidak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaanku.
were stumped by my questions.
asampāyantā kopañca dosañca appaccayañca pātukaronti;
Karena tidak mampu menjawab, mereka memperlihatkan kekesalan, kebencian, dan ketidakpuasan.
Displaying annoyance, hate, and bitterness,
api ca maññevettha paṭipucchanti.
Namun, mereka malah bertanya balik kepadaku tentang hal itu.
they questioned me in return on that matter.
Yannūnāhaṁ hīnāyāvattitvā kāme paribhuñjeyyan”ti.
Bagaimana jika aku kembali ke kehidupan yang lebih rendah dan menikmati kenikmatan indria?”
Why don’t I return to a lesser life so I can enjoy sensual pleasures?”