“Catūhi, bhikkhave, aṅgehi samannāgatā vācā subhāsitā hoti, na dubbhāsitā, anavajjā ca ananuvajjā ca viññūnaṁ.
“Para bhikkhu, ucapan yang memiliki empat faktor adalah ucapan yang baik, bukan ucapan yang buruk, dan tidak tercela serta tidak dicela oleh para bijaksana.
“Mendicants, speech that has four factors is well spoken, not poorly spoken. It’s blameless and is not criticized by sensible people.
Idha, bhikkhave, bhikkhu subhāsitaṁyeva bhāsati no dubbhāsitaṁ, dhammaṁyeva bhāsati no adhammaṁ, piyaṁyeva bhāsati no appiyaṁ, saccaṁyeva bhāsati no alikaṁ.
Di sini, para bhikkhu, seorang bhikkhu hanya mengucapkan apa yang baik, bukan yang buruk; hanya mengucapkan Dhamma, bukan yang bukan Dhamma; hanya mengucapkan yang menyenangkan, bukan yang tidak menyenangkan; hanya mengucapkan yang benar, bukan yang salah.
It’s when a mendicant speaks well, not poorly; their speech is principled, not unprincipled; they speak pleasantly, not unpleasantly; and they speak truthfully, not falsely.
Imehi kho, bhikkhave, catūhi aṅgehi samannāgatā vācā subhāsitā hoti, no dubbhāsitā, anavajjā ca ananuvajjā ca viññūnan”ti.
Para bhikkhu, ucapan yang memiliki empat faktor ini adalah ucapan yang baik, bukan yang buruk, dan tidak tercela serta tidak dicela oleh para bijaksana."
Speech with these four factors is well spoken, not poorly spoken. It’s blameless and is not criticized by sensible people.”