‘Siyā aññenapi …pe…
“‘Mungkinkah ada jalan lain?’ …
“‘Could there be another way?’ …
Khotbah tentang Merenungkan Pasangan-Pasangan
‘Siyā aññenapi …pe…
“‘Mungkinkah ada jalan lain?’ …
“‘Could there be another way?’ …
kathañca siyā?
Dan bagaimana mungkin ada?
And how could there be?
Yaṁ kiñci dukkhaṁ sambhoti sabbaṁ saṅkhārapaccayāti, ayamekānupassanā.
‘Segala penderitaan yang muncul semuanya bersebab pada bentukan-bentukan (saṅkhāra)’: ini adalah satu perenungan.
‘All the suffering that originates is caused by choices’: this is one contemplation.
Saṅkhārānaṁ tveva asesavirāganirodhā natthi dukkhassa sambhavoti, ayaṁ dutiyānupassanā.
‘Ketika bentukan-bentukan telah padam dan lenyap tanpa sisa, maka tidak ada lagi munculnya penderitaan’: ini adalah perenungan kedua.
‘When choices has faded away and ceased with no residue left behind, there is no origination of suffering’: this is the second contemplation.
Evaṁ sammā …pe…
Dengan merenungkan demikian, seorang bhikkhu dapat mengharapkan pencerahan atau tidak kembali lagi.”
When a mendicant meditates in this way they can expect enlightenment or non-return.”
athāparaṁ etadavoca satthā:
Kemudian Sang Guru melanjutkan sabdanya:
Then the Teacher went on to say: