Para bhikkhu, jika seorang bhikkhu merenungkan segala bentuk aktivitas (saṅkhāra) sebagai tidak kekal, maka ia akan memiliki penerimaan yang selaras (anulomikā khanti)—
hal ini mungkin terjadi; dan setelah memasuki jalan yang benar, ia akan merealisasikan buah kesucian memasuki arus (sotāpatti), atau buah yang kembali sekali lagi (sakadāgāmi), atau buah yang tidak kembali lagi (anāgāmi), atau tingkat kesucian arahat—