ps3.8:11.1 Di sini seseorang merenungkan batin yang bebas dari nafsu … selanjutnya …
ps3.8:11.2 batin yang penuh kebencian …
ps3.8:11.3 batin yang bebas dari kebencian …
ps3.8:11.4 batin yang penuh delusi …
ps3.8:11.5 batin yang bebas dari delusi …
ps3.8:11.6 batin yang mengerut …
ps3.8:11.7 batin yang terpencar …
ps3.8:11.8 batin yang agung …
ps3.8:11.9 batin yang tidak agung …
ps3.8:11.10 batin yang masih ada yang lebih tinggi …
ps3.8:11.11 batin yang tanpa yang lebih tinggi …
ps3.8:11.12 batin yang terkonsentrasi …
ps3.8:11.13 batin yang tidak terkonsentrasi …
ps3.8:11.14 batin yang terbebaskan …
ps3.8:11.15 batin yang belum terbebaskan …
ps3.8:11.16 Kesadaran mata …
ps3.8:11.17 Kesadaran telinga …
ps3.8:11.18 Kesadaran hidung …
ps3.8:11.19 Kesadaran lidah …
ps3.8:11.20 Kesadaran badan …
ps3.8:11.21 Kesadaran pikiran ia renungkan sebagai tidak kekal, bukan sebagai kekal …
ps3.8:11.22 Ia lepaskan, bukan ia genggam.
ps3.8:11.23 Dengan merenungkan sebagai tidak kekal, ia meninggalkan persepsi kekal …
ps3.8:11.24 Dengan melepaskan, ia meninggalkan kemelekatan.
ps3.8:11.25 Dengan tujuh cara ini ia merenungkan pikiran.
ps3.8:11.26 Pikiran adalah penegakan, bukan perhatian.
ps3.8:11.27 Perhatian adalah penegakan dan sekaligus perhatian.
ps3.8:11.28 Dengan perhatian itu, dengan pengetahuan itu, ia merenungkan pikiran itu.
ps3.8:11.29 Oleh karena itu dikatakan:
ps3.8:11.30 "Perenungan pikiran dalam pikiran sebagai penegakan perhatian."