ps3.3:18.1 Sesungguhnya, ia tidak meninggalkan kekotoran batin di masa lampau, tidak meninggalkan kekotoran batin di masa depan, dan tidak meninggalkan kekotoran batin di masa sekarang.
ps3.3:18.2 Jika ia tidak meninggalkan kekotoran batin di masa lampau, tidak [meninggalkan kekotoran batin] di masa depan … pe …
ps3.3:18.3 tidak meninggalkan kekotoran batin di masa sekarang, maka dengan demikian tidak ada pengembangan jalan, tidak ada realisasi buah, tidak ada pelepasan kekotoran batin, tidak ada penembusan Dhamma?
ps3.3:18.4 Ada pengembangan jalan, ada realisasi buah, ada pelepasan kekotoran batin, ada penembusan Dhamma.
ps3.3:18.5 Bagaimana hal itu mungkin?
ps3.3:18.6 Seperti halnya sebatang pohon muda yang belum berbuah.
ps3.3:18.7 Seseorang menebas akarnya.
ps3.3:18.8 Buah-buah dari pohon itu yang belum muncul, menjadi tidak muncul, yang belum tumbuh menjadi tidak tumbuh, yang belum lahir menjadi tidak lahir, yang belum terwujud menjadi tidak terwujud.
ps3.3:18.9 Demikian pula, kemunculan adalah sebab, kemunculan adalah kondisi bagi timbulnya kekotoran batin.
ps3.3:18.10 Setelah melihat bahaya dalam kemunculan, batin condong pada ketidakmunculan.
ps3.3:18.11 Karena pikiran condong pada ketidakmunculan, maka kekotoran batin yang akan muncul karena sebab kemunculan, semuanya tidak dilahirkan, tidak terbentuk, tidak muncul, dan tidak menampakkan diri.
ps3.3:18.12 Demikianlah dengan lenyapnya sebab, lenyap pula penderitaan.
ps3.3:18.13 Sebab yang berlanjut adalah sebab, penanda adalah sebab, pengumpulan (usaha) adalah sebab.
ps3.3:18.14 Pengumpulan (usaha) adalah kondisi bagi munculnya kekotoran batin.
ps3.3:18.15 Setelah melihat bahaya dalam pengumpulan (usaha), pikiran condong pada ketidakumpulan (ketidakberusahan).
ps3.3:18.16 Karena pikiran condong pada ketidakumpulan, maka kekotoran batin yang akan muncul karena sebab pengumpulan, semuanya tidak dilahirkan, tidak terbentuk, tidak muncul, dan tidak menampakkan diri.
ps3.3:18.17 Demikianlah dengan lenyapnya sebab, lenyap pula penderitaan.
ps3.3:18.18 Demikianlah ada pengembangan jalan, ada realisasi buah, ada penyingkiran kekotoran batin, dan ada penembusan Dhamma.
ps3.3:18.19 Selesailah uraian tentang penembusan.