Mūlacariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik akar—maka disebut faktor pencerahan.
2.3. Pembahasan tentang Faktor-faktor Pencerahan
Mūlacariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik akar—maka disebut faktor pencerahan.
Hetucariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik sebab—maka disebut faktor pencerahan.
Paccayacariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik kondisi—maka disebut faktor pencerahan.
Visuddhicariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik pemurnian—maka disebut faktor pencerahan.
Anavajjacariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik tanpa cela—maka disebut faktor pencerahan.
Nekkhammacariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik pelepasan keduniawian—maka disebut faktor pencerahan.
Vimutticariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik kebebasan—maka disebut faktor pencerahan.
Anāsavacariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik tanpa kekotoran—maka disebut faktor pencerahan.
Vivekacariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik keterasingan—maka disebut faktor pencerahan.
Vosaggacariyaṭṭhaṁ bujjhantīti—bojjhaṅgā.
Mereka memahami hakikat praktik pelepasan—maka disebut faktor pencerahan.