ps2.1:36.0 2. Penjelasan tentang Kegelisahan karena Dhamma
ps2.1:36.1 Bagaimanakah pikiran menjadi terganggu oleh kegelisahan karena Dhamma?
ps2.1:36.2 Ketika seseorang memperhatikan ketidak-kekalan, muncul cahaya. Ia mengarahkan perhatian pada cahaya itu sebagai 'cahaya adalah Dhamma'. Dari sana timbul kegoyahan, kegelisahan.
ps2.1:36.3 Karena pikiran terganggu oleh kegelisahan itu, ia tidak memahami secara benar penampakan ketidak-kekalan, tidak memahami secara benar penampakan penderitaan, tidak memahami secara benar penampakan tanpa-diri.
ps2.1:36.4 Oleh karena itu dikatakan:
ps2.1:36.5 "Pikiran menjadi terganggu oleh kegelisahan karena Dhamma. Ada saat ketika pikiran itu menjadi kokoh, tenang, menyatu, dan terkonsentrasi hanya pada batin itu sendiri.
ps2.1:36.6 <b>Baginya jalan itu muncul.</b> Bagaimana jalan itu muncul …
ps2.1:36.7 Demikianlah jalan itu muncul, demikianlah belenggu-belenggu ditinggalkan, dan kecenderungan tersembunyi (anusaya) menjadi lenyap.