ps2.1:34.1 Bagaimanakah ia mengembangkan ketenangan dan pandangan terang secara berpasangan dengan makna tanpa keinginan?
ps2.1:34.2 Bagi seseorang yang meninggalkan kegelisahan, keterpusatan pikiran, ketidakgoyahan, dan konsentrasi menjadi tanpa keinginan dari semua keinginan, dengan padamnya sebagai objek. Bagi seseorang yang meninggalkan ketidaktahuan, pandangan terang dengan makna pengamatan langsung menjadi tanpa keinginan dari semua keinginan, dengan padamnya sebagai objek.
ps2.1:34.3 Demikianlah, dengan makna tanpa keinginan, ketenangan dan pandangan terang menjadi satu rasa, menjadi berpasangan, dan tidak saling melampaui.
ps2.1:34.4 Oleh karena itu dikatakan:
ps2.1:34.5 “Ia mengembangkan ketenangan dan pandangan terang secara berpasangan dalam arti tanpa kecondongan.”