ps1.6:6.1 Pada saat kelahiran kembali, lima kelompok kehidupan menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, menjadi kondisi penopang, dan menjadi kondisi keterpisahan.
ps1.6:6.2 Pada saat kelahiran kembali, empat unsur utama menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, dan menjadi kondisi penopang.
ps1.6:6.3 Pada saat kelahiran kembali, tiga bentukan kehidupan menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, menjadi kondisi penopang, dan menjadi kondisi keterpisahan.
ps1.6:6.4 Pada saat kelahiran kembali, nama dan bentuk menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, menjadi kondisi penopang, dan menjadi kondisi keterpisahan.
ps1.6:6.5 Pada saat kelahiran kembali, empat belas fenomena ini menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, menjadi kondisi penopang, dan menjadi kondisi keterpisahan.
ps1.6:6.6 Pada saat kelahiran kembali, empat kelompok kehidupan yang tidak berbentuk menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, menjadi kondisi penopang, dan menjadi kondisi keterkaitan.
ps1.6:6.7 Pada saat kelahiran kembali, lima indria menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, menjadi kondisi penopang, dan menjadi kondisi keterkaitan.
ps1.6:6.8 Pada saat kelahiran kembali, tiga akar menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, menjadi kondisi penopang, dan menjadi kondisi keterkaitan.
ps1.6:6.9 Pada saat kelahiran kembali, nama dan kesadaran menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, menjadi kondisi penopang, dan menjadi kondisi keterkaitan.
ps1.6:6.10 Pada saat kelahiran kembali, empat belas fenomena ini menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, menjadi kondisi penopang, dan menjadi kondisi keterkaitan.
ps1.6:6.11 Pada saat kelahiran kembali, dua puluh delapan fenomena ini menjadi kondisi ko-muncul, menjadi kondisi saling mendukung, menjadi kondisi penopang, dan menjadi kondisi keterpisahan.
ps1.6:6.12 Bagi para khattiya agung, brahmana agung, dan perumah tangga agung, serta para dewa alam indrawi, kelahiran terjadi dengan delapan sebab yang disertai pengetahuan ini sebagai kondisi.