Aniccato manasikaroto adhimokkhabahulassa saddhindriyaṁ ādhipateyyaṁ hoti.
Bagi seseorang yang memperhatikan ketidak-kekalan dan banyak memiliki keyakinan, indriya keyakinan menjadi dominan.
1.5. Uraian tentang Kebebasan (Vimokkhakathā)
Aniccato manasikaroto adhimokkhabahulassa saddhindriyaṁ ādhipateyyaṁ hoti.
Bagi seseorang yang memperhatikan ketidak-kekalan dan banyak memiliki keyakinan, indriya keyakinan menjadi dominan.
Bhāvanāya cattārindriyāni tadanvayā honti, sahajātapaccayā honti, aññamaññapaccayā honti, nissayapaccayā honti, sampayuttapaccayā honti.
Dalam pengembangan, empat indriya menyertainya, yang menjadi kondisi bersama-sama, yang menjadi kondisi timbal balik, yang menjadi kondisi pendukung, yang menjadi kondisi terkait.
Paṭivedhakāle paññindriyaṁ ādhipateyyaṁ hoti.
Pada saat penembusan, indriya kebijaksanaan menjadi dominan.
Paṭivedhāya cattārindriyāni tadanvayā honti, sahajātapaccayā honti, aññamaññapaccayā honti, nissayapaccayā honti, sampayuttapaccayā honti, ekarasā honti.
Untuk penembusan, empat indriya menyertainya, yang menjadi kondisi bersama-sama, yang menjadi kondisi timbal balik, yang menjadi kondisi pendukung, yang menjadi kondisi terkait, yang memiliki satu fungsi.
Ekarasaṭṭhena bhāvanā.
Dalam arti satu fungsi itulah pengembangan.
Dassanaṭṭhena paṭivedho.
Penembusan dalam arti melihat.
Evaṁ paṭivijjhantopi bhāveti, bhāventopi paṭivijjhati.
Demikianlah, sewaktu menembus ia juga mengembangkan, sewaktu mengembangkan ia juga menembus.
Dukkhato manasikaroto passaddhibahulassa samādhindriyaṁ ādhipateyyaṁ hoti.
Bagi yang merenungkan penderitaan dan banyak berfokus pada ketenangan, indria konsentrasi menjadi dominan.
Bhāvanāya cattārindriyāni tadanvayā honti, sahajātapaccayā honti, aññamaññapaccayā honti, nissayapaccayā honti, sampayuttapaccayā honti.
Dalam pengembangan, empat indria mengikutinya, menjadi kondisi ko-muncul, kondisi timbal-balik, kondisi pendukung, dan kondisi terkait.
Paṭivedhakāle paññindriyaṁ ādhipateyyaṁ hoti.
Pada saat penembusan, indria kebijaksanaan menjadi dominan.
Paṭivedhāya cattārindriyāni tadanvayā honti, sahajātapaccayā honti, aññamaññapaccayā honti, nissayapaccayā honti, sampayuttapaccayā honti, ekarasā honti.
Untuk penembusan, empat indria mengikutinya, menjadi kondisi ko-muncul, kondisi timbal-balik, kondisi pendukung, kondisi terkait, dan memiliki satu fungsi.
Ekarasaṭṭhena bhāvanā.
Pengembangan dalam arti satu fungsi.
Dassanaṭṭhena paṭivedho.
Penembusan dalam arti melihat.
Evaṁ paṭivijjhantopi bhāveti, bhāventopi paṭivijjhati.
Demikianlah, sewaktu menembus ia juga mengembangkan, sewaktu mengembangkan ia juga menembus.
Anattato manasikaroto vedabahulassa paññindriyaṁ ādhipateyyaṁ hoti.
Bagi yang merenungkan tanpa-diri dan banyak berfokus pada pengetahuan, indria kebijaksanaan menjadi dominan.
Bhāvanāya cattārindriyāni tadanvayā honti, sahajātapaccayā honti, aññamaññapaccayā honti, nissayapaccayā honti, sampayuttapaccayā honti.
Dalam pengembangan, empat indria mengikutinya, menjadi kondisi ko-muncul, kondisi timbal-balik, kondisi pendukung, dan kondisi terkait.
Paṭivedhakālepi paññindriyaṁ ādhipateyyaṁ hoti.
Bahkan pada saat penembusan, indria kebijaksanaan menjadi dominan.
Paṭivedhāya cattārindriyāni tadanvayā honti, sahajātapaccayā honti, aññamaññapaccayā honti, nissayapaccayā honti, sampayuttapaccayā honti, ekarasā honti.
Untuk penembusan, empat indria mengikutinya, menjadi kondisi ko-muncul, kondisi timbal-balik, kondisi pendukung, kondisi terkait, dan memiliki satu fungsi.
Ekarasaṭṭhena bhāvanā.
Pengembangan dalam arti satu fungsi.
Dassanaṭṭhena paṭivedho.
Penembusan dalam arti melihat.
Evaṁ paṭivijjhantopi bhāveti, bhāventopi paṭivijjhati.
Demikianlah, sewaktu menembus ia juga mengembangkan, sewaktu mengembangkan ia juga menembus.