ps1.5:70.1 Karena berkeyakinan, ia terbebaskan—
ps1.5:70.2 itulah yang disebut terbebaskan melalui keyakinan.
ps1.5:70.3 Karena telah tersentuh dan direalisasikan—
ps1.5:70.4 itulah yang disebut saksi tubuh.
ps1.5:70.5 Karena telah dilihat dan dicapai—
ps1.5:70.6 itulah yang disebut mencapai pandangan benar.
ps1.5:70.7 Dengan berkeyakinan, ia terbebaskan—
ps1.5:70.8 itulah yang disebut terbebaskan melalui keyakinan.
ps1.5:70.9 Ia pertama-tama menyentuh sentuhan jhāna, kemudian merealisasikan lenyapnya, nibbāna—
ps1.5:70.10 itulah yang disebut saksi tubuh.
ps1.5:70.11 'Sankhāra adalah penderitaan, lenyapnya adalah kebahagiaan'—ini diketahui, dilihat, dipahami, direalisasikan, dan disentuh oleh kebijaksanaan—
ps1.5:70.12 itulah yang disebut mencapai pandangan benar.
ps1.5:70.13 Dan mengenai orang yang terbebas melalui keyakinan, yang mencapai kesaksian tubuh, dan yang mencapai pandangan benar—ketiga orang ini dapat menjadi terbebas melalui keyakinan, mencapai kesaksian tubuh, dan mencapai pandangan benar, berdasarkan landasan dan cara tertentu, demikianlah halnya.
ps1.5:70.14 Dan bagaimanakah hal itu bisa terjadi?
ps1.5:70.15 Ketika seseorang merenungkan ketidak-kekalan, indra keyakinan menjadi sangat kuat.
ps1.5:70.16 Karena indra keyakinan yang sangat kuat, ia menjadi terbebas melalui keyakinan.
ps1.5:70.17 Ketika seseorang merenungkan penderitaan, indra keyakinan menjadi sangat kuat.
ps1.5:70.18 Karena indra keyakinan yang sangat kuat, ia menjadi terbebas melalui keyakinan.
ps1.5:70.19 Ketika seseorang merenungkan ketiadaan-diri, indra keyakinan menjadi sangat kuat.
ps1.5:70.20 Karena indra keyakinan yang sangat kuat, ia menjadi terbebas melalui keyakinan.
ps1.5:70.21 Demikianlah ketiga orang ini menjadi terbebas melalui keyakinan berdasarkan kekuatan indra keyakinan.