ps1.4:88.1 Melalui keahlian dalam merenungkan sebagai tidak kekal, melalui keahlian dalam tidak merenungkan sebagai kekal, melalui keahlian dalam merenungkan sebagai penderitaan, melalui keahlian dalam tidak merenungkan sebagai kebahagiaan, melalui keahlian dalam merenungkan sebagai tanpa diri, melalui keahlian dalam tidak merenungkan sebagai diri, melalui keahlian dalam merenungkan sebagai kemusnahan, melalui keahlian dalam tidak merenungkan sebagai kepadatan, melalui keahlian dalam merenungkan sebagai kemunduran, melalui keahlian dalam tidak merenungkan sebagai akumulasi, melalui keahlian dalam merenungkan sebagai perubahan, melalui keahlian dalam tidak merenungkan sebagai kestabilan, melalui keahlian dalam merenungkan sebagai tanpa tanda, melalui keahlian dalam tidak merenungkan sebagai tanda, melalui keahlian dalam merenungkan sebagai tanpa keinginan, melalui keahlian dalam tidak merenungkan sebagai keinginan, melalui keahlian dalam merenungkan sebagai kekosongan, melalui keahlian dalam tidak merenungkan sebagai kemelekatan, melalui keahlian dalam merenungkan pengetahuan, melalui keahlian dalam tidak merenungkan ketidaktahuan, melalui keahlian dalam merenungkan kebebasan dari belenggu, melalui keahlian dalam tidak merenungkan belenggu, melalui keahlian dalam merenungkan lenyapnya, melalui keahlian dalam tidak merenungkan bentukan-bentukan, ia menyatukan indria-indria, dan memahami objek, dan menembus kemampuan.
BAGIAN 88