ps1.4:84.1 Seorang duniawi (puthujjana) yang mengembangkan pandangan terang, dalam sembilan cara apakah ia terampil dalam memperhatikan, dan dalam sembilan cara apakah ia tidak terampil dalam memperhatikan?
ps1.4:84.2 Ia terampil dalam memperhatikan sebagai tidak kekal, dan tidak terampil dalam memperhatikan sebagai kekal.
ps1.4:84.3 Ia terampil dalam memperhatikan sebagai penderitaan, dan tidak terampil dalam memperhatikan sebagai kebahagiaan.
ps1.4:84.4 Ia terampil dalam memperhatikan sebagai bukan diri, dan tidak terampil dalam memperhatikan sebagai diri.
ps1.4:84.5 Ia terampil dalam memperhatikan sebagai kemusnahan, dan tidak terampil dalam memperhatikan sebagai kekentalan (kepadatan).
ps1.4:84.6 Ia terampil dalam merenungkan kemunduran, dan tidak terampil dalam merenungkan akumulasi.
ps1.4:84.7 Ia terampil dalam merenungkan perubahan, dan tidak terampil dalam merenungkan kestabilan.
ps1.4:84.8 Ia terampil dalam merenungkan tanpa tanda, dan tidak terampil dalam merenungkan tanda.
ps1.4:84.9 Ia terampil dalam merenungkan tanpa keinginan, dan tidak terampil dalam merenungkan keinginan.
ps1.4:84.10 Ia terampil dalam merenungkan kekosongan, dan tidak terampil dalam merenungkan kemelekatan—
ps1.4:84.11 seorang duniawi yang mengembangkan pandangan terang terampil dalam merenungkan melalui sembilan cara ini, dan tidak terampil dalam merenungkan melalui sembilan cara ini.