ps1.3:52.1 "Dijadikan kendaraan" artinya di mana pun ia menghendaki, di sana ia mencapai penguasaan, mencapai kekuatan, mencapai kepercayaan diri.
ps1.3:52.2 Baginya, dharma-dharma itu terikat pada pengalihan perhatian, terikat pada kehendak, terikat pada perhatian, terikat pada munculnya kesadaran.
ps1.3:52.3 Oleh karena itu dikatakan:
ps1.3:52.4 "dijadikan kendaraan".
ps1.3:52.5 "Dijadikan landasan" artinya pada landasan apa pun pikiran telah tertanam dengan baik, pada landasan itulah perhatian berdiri dengan baik.
ps1.3:52.6 Dan pada landasan apa pun perhatian berdiri dengan baik, pada landasan itulah pikiran telah tertanam dengan baik.
ps1.3:52.7 Maka dikatakan:
ps1.3:52.8 “telah berdiri di atas landasan.”
ps1.3:52.9 **Belum ditegakkan**—pada landasan itu, ke mana pun pikiran diarahkan, di situlah perhatian mengikuti.
ps1.3:52.10 Dan ke mana pun perhatian mengikuti, ke situlah pikiran diarahkan.
ps1.3:52.11 Maka dikatakan:
ps1.3:52.12 “belum ditegakkan.”
ps1.3:52.13 **Telah dilatih**—dilatih dalam arti merangkul, dilatih dalam arti melingkupi, dilatih dalam arti memenuhi.
ps1.3:52.14 Dengan merangkul melalui perhatian, ia menaklukkan kondisi-kondisi batin yang tidak baik.
ps1.3:52.15 Maka dikatakan:
ps1.3:52.16 “telah dilatih.”
ps1.3:52.17 <b>Dengan baik dijalankan</b>—ada empat hal yang dijalankan dengan baik:
ps1.3:52.18 di sini, karena tidak melampaui hal-hal yang telah muncul, maka dijalankan dengan baik; karena kesatuan rasa dari indria-indria, maka dijalankan dengan baik; karena membawa usaha yang sesuai dengannya, maka dijalankan dengan baik; karena tercabutnya kekotoran-kekotoran yang berlawanan dengannya, maka dijalankan dengan baik.