1.2.11. Ahantimānavinibandhādiṭṭhiniddesa
1.2.11. Uraian tentang Pandangan yang Terikat pada Keakuan dan Keangkuhan
1.2. Pembahasan tentang Pandangan
1.2.11. Ahantimānavinibandhādiṭṭhiniddesa
1.2.11. Uraian tentang Pandangan yang Terikat pada Keakuan dan Keangkuhan
“Ahan”ti—
"Aku"—
mānavinibandhāya diṭṭhiyā katamehi aṭṭhārasahi ākārehi abhiniveso hoti?
bagi pandangan yang terikat pada keangkuhan, melalui delapan belas cara bagaimanakah terjadi pengerasan pandangan?
Cakkhu ahanti—
Mata adalah "aku"—
abhinivesaparāmāso.
demikianlah pengerasan dan penggenggaman pandangan.
Ahanti—
"Aku"—
mānavinibandhā diṭṭhi.
demikianlah pandangan yang terikat pada keangkuhan.
Diṭṭhi na vatthu, vatthu na diṭṭhi.
Pandangan bukanlah landasan, landasan bukanlah pandangan.
Aññā diṭṭhi, aññaṁ vatthu.
Pandangan adalah satu hal, landasan adalah hal lain.
Yā ca diṭṭhi yañca vatthu—
Apa pun pandangan itu dan apa pun landasan itu—
ayaṁ paṭhamā “ahan”ti—
Ini yang pertama, ‘aku’—
mānavinibandhā diṭṭhi.
pandangan yang terikat pada keangkuhan.
Mānavinibandhā diṭṭhi micchādiṭṭhi …pe…
Pandangan yang terikat pada keangkuhan adalah pandangan salah …
imāni saññojanāni, na ca diṭṭhiyo.
ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan.