1.2.8. Pubbantānudiṭṭhiniddesa
1.2.8. Uraian tentang Pandangan Seputar Masa Lampau (Pubbantānudiṭṭhiniddesa)
1.2. Pembahasan tentang Pandangan
1.2.8. Pubbantānudiṭṭhiniddesa
1.2.8. Uraian tentang Pandangan Seputar Masa Lampau (Pubbantānudiṭṭhiniddesa)
Pubbantānudiṭṭhiyā katamehi aṭṭhārasahi ākārehi abhiniveso hoti?
Melalui delapan belas cara apakah terjadi keterikatan pada pandangan seputar masa lampau?
Cattāro sassatavādā, cattāro ekaccasassatikā, cattāro antānantikā, cattāro amarāvikkhepikā, dve adhiccasamuppannikā—
Empat pandangan tentang keabadian (sassatavāda), empat pandangan tentang keabadian sebagian (ekaccasassatika), empat pandangan tentang keterbatasan atau ketakterbatasan (antānantika), empat pandangan yang mengelak (amarāvikkhepika), dua pandangan tentang kemunculan tanpa sebab (adhiccasamuppannika)—
pubbantānudiṭṭhiyā imehi aṭṭhārasahi ākārehi abhiniveso hoti.
demikianlah, melalui delapan belas cara ini, terjadi keterikatan pada pandangan seputar masa lampau.
Pubbantānudiṭṭhiniddeso aṭṭhamo.
Ini adalah uraian kedelapan tentang pandangan seputar masa lampau (pubbantānudiṭṭhiniddesa).