ps1.2:68.1 Bagaimanakah ia memandang diri sebagai yang memiliki bentuk?
ps1.2:68.2 Di sini seseorang memandang perasaan …
ps1.2:68.3 persepsi …
ps1.2:68.4 bentukan-bentukan mental …
ps1.2:68.5 kesadaran sebagai diri.
ps1.2:68.6 Ia berpikir:
ps1.2:68.7 “Inilah diriku.
ps1.2:68.8 Dan diriku ini memiliki bentuk karena bentuk ini.”
ps1.2:68.9 Demikianlah ia memandang diri sebagai yang memiliki bentuk.
ps1.2:68.10 Seperti halnya sebatang pohon yang memiliki bayangan.
ps1.2:68.11 Seseorang mungkin berkata kepadanya:
ps1.2:68.12 “Ini pohon, ini bayangan;
ps1.2:68.13 pohon yang satu, bayangan yang lain.
ps1.2:68.14 Namun pohon ini memiliki bayangan karena bayangan ini.”
ps1.2:68.15 Demikianlah ia memandang pohon sebagai yang memiliki bayangan.
ps1.2:68.16 Demikian pula, di sini seseorang memandang perasaan …
ps1.2:68.17 Ini adalah pandangan kekekalan pertama yang berlandaskan pada identitas diri.
ps1.2:68.18 Pandangan kekekalan adalah pandangan salah … selanjutnya …
ps1.2:68.19 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan.
ps1.2:68.20 Demikianlah ia merenungkan diri sebagai memiliki bentuk … selanjutnya …
ps1.2:68.21 Pada pandangan kekekalan yang berlandaskan identitas diri, terdapat keterikatan melalui lima belas cara ini.
ps1.2:68.22 Uraian tentang pandangan kekekalan, bagian kelima.