ps1.2:58.1 Bagaimana ia merenungkan <b>bentukan-bentukan pada diri?</b>
ps1.2:58.2 Di sini seseorang merenungkan kesadaran …
ps1.2:58.3 bentuk …
ps1.2:58.4 perasaan …
ps1.2:58.5 Ia memandang persepsi sebagai diri.
ps1.2:58.6 Kemudian muncul dalam pikirannya:
ps1.2:58.7 “Inilah diriku.
ps1.2:58.8 Dan pada diri inilah terdapat bentukan-bentukan kehendak ini.”
ps1.2:58.9 Ia memandang bentukan-bentukan kehendak sebagai berada dalam diri.
ps1.2:58.10 Seperti halnya sekuntum bunga yang harum semerbak.
ps1.2:58.11 Seseorang mungkin berkata kepadanya:
ps1.2:58.12 “Ini bunga, ini keharumannya;
ps1.2:58.13 bunga yang satu, keharuman yang lain.
ps1.2:58.14 Akan tetapi, keharuman ini berasal dari bunga ini.”
ps1.2:58.15 Ia melihat keharuman pada bunga.
ps1.2:58.16 Demikian pula, seseorang di sini melihat kesadaran …
ps1.2:58.17 bentuk …
ps1.2:58.18 perasaan …
ps1.2:58.19 ia melihat persepsi sebagai diri.
ps1.2:58.20 Ia berpikir demikian—
ps1.2:58.21 “Inilah diriku.
ps1.2:58.22 Dan pada diri ini terdapat bentukan-bentukan kehendak ini.”
ps1.2:58.23 Ia melihat bentukan-bentukan kehendak pada diri.
ps1.2:58.24 Kemelekatan dan penggenggaman adalah pandangan salah.
ps1.2:58.25 Pandangan bukanlah landasan, landasan bukanlah pandangan.
ps1.2:58.26 Pandangan adalah satu hal, landasan adalah hal lain.
ps1.2:58.27 Apa pun pandangan itu dan apa pun landasan itu—
ps1.2:58.28 ini adalah pandangan diri yang ketiga dengan bentukan-bentukan kehendak sebagai landasannya.
ps1.2:58.29 Pandangan diri adalah pandangan salah …
ps1.2:58.30 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan.
ps1.2:58.31 Demikianlah ia melihat bentukan-bentukan kehendak pada diri.