ps1.2:55.1 Bagaimanakah ia <b>merenungkan diri sebagai persepsi?</b>
ps1.2:55.2 Di sini seseorang merenungkan bentuk-bentuk mental …
ps1.2:55.3 kesadaran …
ps1.2:55.4 bentuk …
ps1.2:55.5 perasaan sebagai diri.
ps1.2:55.6 Ia berpikir:
ps1.2:55.7 “Inilah diriku.
ps1.2:55.8 Dan diriku ini adalah persepsi ini.”
ps1.2:55.9 Ia merenungkan diri sebagai persepsi.
ps1.2:55.10 Seperti halnya sebuah permata yang diletakkan di dalam sebuah kotak.
ps1.2:55.11 Seseorang mungkin berkata kepadanya:
ps1.2:55.12 “Ini permata, ini kotak.
ps1.2:55.13 Permata itu satu hal, kotak itu hal lain.
ps1.2:55.14 Akan tetapi, permata ini berada di dalam kotak ini.”
ps1.2:55.15 Ia merenungkan permata sebagai berada di dalam kotak.
ps1.2:55.16 Demikian pula, seseorang di sini merenungkan bentuk-bentuk (saṅkhāra) sebagai diri …
ps1.2:55.17 kesadaran …
ps1.2:55.18 bentuk jasmani …
ps1.2:55.19 merenungkan perasaan sebagai diri.
ps1.2:55.20 Ia berpikir demikian—
ps1.2:55.21 “Inilah diriku.
ps1.2:55.22 Dan diriku ini adalah persepsi ini.”
ps1.2:55.23 Ia merenungkan diri sebagai persepsi.
ps1.2:55.24 Kemelekatan yang kuat dan penggenggaman adalah pandangan (diṭṭhi).
ps1.2:55.25 Pandangan bukanlah landasan, landasan bukanlah pandangan.
ps1.2:55.26 Pandangan adalah satu hal, landasan adalah hal lain.
ps1.2:55.27 Apa pun pandangan dan apa pun landasannya—
ps1.2:55.28 inilah pandangan diri yang keempat yang berlandaskan persepsi.
ps1.2:55.29 Pandangan diri adalah pandangan salah …
ps1.2:55.30 belenggu-belenggu ini bukanlah pandangan-pandangan.
ps1.2:55.31 Demikianlah ia merenungkan diri sebagai persepsi.