ps1.2:53.1 Bagaimana ia merenungkan **diri yang memiliki persepsi**?
ps1.2:53.2 Di sini seseorang merenungkan bentuk-bentuk …
ps1.2:53.3 kesadaran …
ps1.2:53.4 bentuk …
ps1.2:53.5 perasaan sebagai diri.
ps1.2:53.6 Ia berpikir:
ps1.2:53.7 “Inilah diriku.
ps1.2:53.8 Dan diriku ini memiliki persepsi ini.”
ps1.2:53.9 Ia merenungkan diri yang memiliki persepsi.
ps1.2:53.10 Seperti halnya sebatang pohon yang memiliki bayangan.
ps1.2:53.11 Seseorang mungkin berkata kepadanya:
ps1.2:53.12 “Ini pohon, ini bayangan.
ps1.2:53.13 Pohon berbeda, bayangan berbeda.
ps1.2:53.14 Namun pohon ini memiliki bayangan ini.”
ps1.2:53.15 Ia merenungkan pohon yang memiliki bayangan.
ps1.2:53.16 Demikian pula, di sini seseorang merenungkan bentuk-bentuk …
ps1.2:53.17 kesadaran …
ps1.2:53.18 Bentuk …
ps1.2:53.19 Ia merenungkan perasaan sebagai diri.
ps1.2:53.20 Maka ia berpikir:
ps1.2:53.21 “Inilah diriku.
ps1.2:53.22 Dan diriku ini memiliki persepsi ini.”
ps1.2:53.23 Ia merenungkan diri sebagai yang memiliki persepsi.
ps1.2:53.24 Kemelekatan yang gigih adalah pandangan salah.
ps1.2:53.25 Pandangan bukanlah landasan, landasan bukanlah pandangan.
ps1.2:53.26 Pandangan adalah satu hal, landasan adalah hal lain.
ps1.2:53.27 Apa pun pandangan dan landasan itu—
ps1.2:53.28 inilah pandangan salah tentang diri yang kedua, dengan persepsi sebagai landasannya.
ps1.2:53.29 Pandangan salah tentang diri adalah pandangan salah …
ps1.2:53.30 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan.
ps1.2:53.31 Demikianlah ia merenungkan diri sebagai yang memiliki persepsi.