ps1.2:50.1 Bagaimana ia merenungkan **perasaan sebagai diri**?
ps1.2:50.2 Di sini seseorang merenungkan persepsi...
ps1.2:50.3 bentuk-bentuk mental...
ps1.2:50.4 kesadaran...
ps1.2:50.5 Ia merenungkan bentuk sebagai diri.
ps1.2:50.6 Ia berpikir:
ps1.2:50.7 'Inilah diriku.
ps1.2:50.8 Dan pada diri ini terdapat perasaan ini.'
ps1.2:50.9 Ia merenungkan perasaan sebagai dalam diri.
ps1.2:50.10 Seperti halnya sekuntum bunga yang harum semerbak.
ps1.2:50.11 Seseorang mungkin berkata kepadanya:
ps1.2:50.12 'Ini bunga, ini keharumannya;
ps1.2:50.13 bunga yang satu, keharuman yang lain.
ps1.2:50.14 Akan tetapi, keharuman ini ada pada bunga ini.'
ps1.2:50.15 Ia merenungkan keharuman sebagai dalam bunga.
ps1.2:50.16 Demikian pula, di sini seseorang merenungkan persepsi...
ps1.2:50.17 bentuk-bentuk mental...
ps1.2:50.18 kesadaran...
ps1.2:50.19 Ia merenungkan bentuk sebagai diri.
ps1.2:50.20 Ia berpikir:
ps1.2:50.21 'Inilah diriku.
ps1.2:50.22 Dan pada diri ini, terdapat perasaan ini.”
ps1.2:50.23 Ia merenungkan perasaan sebagai diri.
ps1.2:50.24 Kemelekatan dan penggenggaman adalah pandangan salah.
ps1.2:50.25 Pandangan bukanlah landasan, landasan bukanlah pandangan.
ps1.2:50.26 Pandangan adalah satu hal, landasan adalah hal lain.
ps1.2:50.27 Apa pun pandangan dan landasan itu—
ps1.2:50.28 inilah pandangan salah tentang diri yang ketiga, yang berlandaskan perasaan.
ps1.2:50.29 Pandangan salah tentang diri adalah pandangan salah, kegagalan dalam pandangan …
ps1.2:50.30 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan.
ps1.2:50.31 Demikianlah ia merenungkan perasaan sebagai diri.