ps1.2:46.1 Bagaimana ia merenungkan <b>bentuk sebagai dalam diri?</b>
ps1.2:46.2 Di sini seseorang merenungkan perasaan …
ps1.2:46.3 persepsi …
ps1.2:46.4 bentukan-bentukan kehendak …
ps1.2:46.5 kesadaran sebagai diri.
ps1.2:46.6 Ia berpikir demikian:
ps1.2:46.7 “Inilah diriku.
ps1.2:46.8 Dan dalam diri ini terdapat bentuk ini.”
ps1.2:46.9 Ia merenungkan bentuk sebagai dalam diri.
ps1.2:46.10 Seperti halnya sekuntum bunga yang harum semerbak.
ps1.2:46.11 Seseorang mungkin berkata kepadanya—
ps1.2:46.12 “Inilah bunga, inilah harumnya;
ps1.2:46.13 bunga yang lain, harum yang lain.
ps1.2:46.14 Akan tetapi, harum ini ada pada bunga ini.”
ps1.2:46.15 Ia merenungkan harum sebagai terdapat dalam bunga.
ps1.2:46.16 Demikian pula, seseorang di sini merenungkan perasaan …
ps1.2:46.17 persepsi …
ps1.2:46.18 bentukan-bentukan kehendak …
ps1.2:46.19 kesadaran sebagai diri.
ps1.2:46.20 Ia berpikir:
ps1.2:46.21 “Inilah diriku.
ps1.2:46.22 Dan pada diri ini terdapatlah bentuk ini.”
ps1.2:46.23 Ia merenungkan bentuk sebagai terdapat dalam diri.
ps1.2:46.24 Kemelekatan dan penggenggaman adalah pandangan salah.
ps1.2:46.25 Pandangan salah bukanlah landasan, landasan bukanlah pandangan salah.
ps1.2:46.26 Pandangan salah yang lain, landasan yang lain.
ps1.2:46.27 Pandangan salah dan landasan itu—
ps1.2:46.28 inilah pandangan salah tentang diri yang ketiga, dengan bentuk sebagai landasannya.
ps1.2:46.29 Pandangan salah tentang diri adalah pandangan salah, kegagalan dalam pandangan …
ps1.2:46.30 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan salah.
ps1.2:46.31 Demikianlah ia merenungkan bentuk sebagai terdapat dalam diri.