ps1.2:45.1 Bagaimanakah ia memandang <b>diri sebagai yang memiliki bentuk?</b>
ps1.2:45.2 Di sini seseorang memandang perasaan …
ps1.2:45.3 Persepsi …
ps1.2:45.4 bentuk-bentuk mental …
ps1.2:45.5 kesadaran sebagai diri.
ps1.2:45.6 Ia berpikir:
ps1.2:45.7 “Inilah diriku.
ps1.2:45.8 Dan diriku ini memiliki bentuk, yaitu bentuk ini.”
ps1.2:45.9 Ia merenungkan diri sebagai memiliki bentuk.
ps1.2:45.10 Seperti halnya sebatang pohon yang dinaungi bayangannya.
ps1.2:45.11 Seseorang mungkin berkata kepadanya:
ps1.2:45.12 “Ini pohonnya, ini bayangannya.
ps1.2:45.13 Pohon yang satu, bayangan yang lain.
ps1.2:45.14 Namun pohon ini memiliki bayangan ini.”
ps1.2:45.15 Ia merenungkan pohon sebagai memiliki bayangan.
ps1.2:45.16 Demikian pula, seseorang di sini merenungkan perasaan …
ps1.2:45.17 persepsi …
ps1.2:45.18 bentuk-bentuk mental …
ps1.2:45.19 kesadaran sebagai diri.
ps1.2:45.20 Ia berpikir:
ps1.2:45.21 “Inilah diriku.
ps1.2:45.22 Dan diriku ini memiliki bentuk, yaitu bentuk ini.”
ps1.2:45.23 Ia merenungkan diri sebagai yang memiliki bentuk.
ps1.2:45.24 Kemelekatan dan kelekatan adalah pandangan salah.
ps1.2:45.25 Pandangan bukanlah landasan, landasan bukanlah pandangan.
ps1.2:45.26 Pandangan adalah satu hal, landasan adalah hal lain.
ps1.2:45.27 Apa pun pandangan dan landasan itu—
ps1.2:45.28 inilah pandangan salah tentang diri yang kedua, dengan bentuk sebagai landasannya.
ps1.2:45.29 Pandangan salah tentang diri adalah pandangan salah, kegagalan dalam pandangan …
ps1.2:45.30 ini adalah belenggu-belenggu, bukan pandangan-pandangan.
ps1.2:45.31 Demikianlah ia merenungkan diri sebagai yang memiliki bentuk.