ps1.2:101.1 Bagaimana ia merenungkan bentuk sebagai diri?
ps1.2:101.2 Di sini, seseorang merenungkan kasina tanah …
ps1.2:101.3 merenungkan kasina putih sebagai diri.
ps1.2:101.4 “Apa pun yang merupakan kasina putih, itulah aku;
ps1.2:101.5 siapa pun aku ini, itulah kasina putih” —
ps1.2:101.6 demikianlah ia merenungkan kasina putih dan diri sebagai tidak terpisahkan.
ps1.2:101.7 Bagaikan pada lampu minyak yang menyala, “Apa pun nyala api itu, itulah warnanya;
ps1.2:101.8 apa pun warnanya, itulah nyala apinya” —
ps1.2:101.9 demikianlah ia merenungkan nyala api dan warna sebagai tidak terpisahkan.
ps1.2:101.10 Demikian pula, seseorang di sini merenungkan kasina putih sebagai diri …
ps1.2:101.11 Ini adalah pandangan pertama yang berpijak pada bentuk, yang berhubungan dengan pandangan tentang diri.
ps1.2:101.12 Pandangan yang berhubungan dengan pandangan tentang diri adalah pandangan salah …
ps1.2:101.13 ini adalah belenggu-belenggu, dan bukan pandangan-pandangan.
ps1.2:101.14 Demikianlah ia merenungkan bentuk sebagai diri …
ps1.2:101.15 …pe… pada pandangan yang berhubungan dengan ajaran tentang diri, terdapat keterikatan melalui dua puluh cara ini.
ps1.2:101.16 Uraian tentang pandangan yang berhubungan dengan ajaran tentang diri, bagian ketiga belas.