Saṁvaraṭṭhena sīlavisuddhi abhiññeyyā;
Sīlavisuddhi harus dipahami melalui makna sebagai pengekangan;
1.1. Pembahasan tentang Pengetahuan (Ñāṇakathā)
Saṁvaraṭṭhena sīlavisuddhi abhiññeyyā;
Sīlavisuddhi harus dipahami melalui makna sebagai pengekangan;
avikkhepaṭṭhena cittavisuddhi abhiññeyyā;
Cittavisuddhi harus dipahami melalui makna sebagai ketidakteralihan;
dassanaṭṭhena diṭṭhivisuddhi abhiññeyyā;
Diṭṭhivisuddhi harus dipahami melalui makna sebagai penglihatan.
muttaṭṭhena vimokkho abhiññeyyo;
Pembebasan harus dipahami melalui makna terlepasnya;
paṭivedhaṭṭhena vijjā abhiññeyyā;
Pengetahuan harus dipahami melalui makna penetrasinya;
pariccāgaṭṭhena vimutti abhiññeyyā;
Kebebasan harus dipahami melalui makna pelepasan;
samucchedaṭṭhena khaye ñāṇaṁ abhiññeyyaṁ;
Pengetahuan tentang kehancuran harus dipahami melalui makna pemotongan total;
paṭippassaddhaṭṭhena anuppāde ñāṇaṁ abhiññeyyaṁ. [8]
Pengetahuan tentang tidak munculnya kembali harus dipahami melalui makna ketenangan total. [8]