Kathaṁ apariyāpanne dhamme kusalato vavattheti, abyākatato vavattheti?
Bagaimanakah ia menetapkan fenomena-fenomena yang melampaui (apariyāpanna) sebagai bermanfaat dan sebagai tidak berkondisi?
1.1. Pembahasan tentang Pengetahuan (Ñāṇakathā)
Kathaṁ apariyāpanne dhamme kusalato vavattheti, abyākatato vavattheti?
Bagaimanakah ia menetapkan fenomena-fenomena yang melampaui (apariyāpanna) sebagai bermanfaat dan sebagai tidak berkondisi?
Cattāro ariyamagge kusalato vavattheti, cattāri ca sāmaññaphalāni nibbānañca abyākatato vavattheti—
Ia menetapkan empat jalan mulia (ariyamagga) sebagai bermanfaat, dan menetapkan empat buah pertapaan (sāmaññaphala) serta nibbāna sebagai tidak berkondisi—
evaṁ apariyāpanne dhamme kusalato vavattheti, abyākatato vavattheti.
Demikianlah ia menetapkan fenomena-fenomena yang melampaui sebagai bermanfaat dan sebagai tidak berkondisi.
Evaṁ dhamme vavattheti.
Demikianlah ia menetapkan fenomena-fenomena.