ps1.1:89.1 Samatha harus dipahami melalui makna sebagai ketidakteralihan;
BAGIAN 89
ps1.1:89.2 Vipassanā harus dipahami melalui makna sebagai perenungan;
ps1.1:89.3 Samatha-vipassanā harus dipahami melalui makna sebagai satu rasa;
ps1.1:89.4 Yuganaddha harus dipahami melalui makna sebagai tidak melampaui. [4]