ps1.1:509.1 Dengan pikiran yang telah dikembangkan demikian, murni dan bersih, ia mengarahkan dan membentangkan pikirannya menuju pengetahuan mengingat kehidupan lampau.
ps1.1:509.2 Ia mengingat berbagai kehidupan lampau, yaitu:
ps1.1:509.3 satu kelahiran, dua kelahiran, tiga kelahiran, empat kelahiran, lima kelahiran, sepuluh kelahiran, dua puluh kelahiran, tiga puluh kelahiran, empat puluh kelahiran, lima puluh kelahiran, seratus kelahiran, seribu kelahiran, seratus ribu kelahiran, banyak kappa penyusutan, banyak kappa pengembangan, banyak kappa penyusutan dan pengembangan—
ps1.1:509.4 Di sana aku memiliki nama ini, marga ini, penampilan ini, makanan ini, mengalami suka dan duka ini, dan batas usia ini. Setelah meninggal dari sana, aku muncul di tempat lain;
ps1.1:509.5 Di sana pun aku memiliki nama ini, marga ini, penampilan ini, makanan ini, mengalami suka dan duka ini, dan batas usia ini. Setelah meninggal dari sana, aku terlahir kembali di sini.”
ps1.1:509.6 Demikianlah ia mengingat berbagai macam kehidupan lampaunya beserta ciri-ciri dan rinciannya.
ps1.1:509.7 Itu disebut pengetahuan karena sifatnya mengetahui, dan kebijaksanaan karena sifatnya memahami.
ps1.1:509.8 Oleh karena itu dikatakan:
ps1.1:509.9 “Kebijaksanaan dalam menembus keanekaragaman dan keseragaman fenomena yang muncul karena kondisi, melalui kekuatan penyebaran kamma yang beragam, adalah pengetahuan tentang mengingat kehidupan lampau.”
ps1.1:509.10 Uraian tentang pengetahuan mengingat kehidupan lampau, bagian kelima puluh tiga.