ps1.1:419.1 Sembilan hal yang berakar pada perhatian yang bijaksana.
ps1.1:419.2 Ketika seseorang memperhatikan dengan bijaksana pada apa yang tidak kekal, muncullah kegembiraan; pada orang yang bergembira muncullah sukacita; pada orang yang pikirannya bersukacita, tubuh menjadi tenang; tubuh yang tenang merasakan kebahagiaan; pikiran orang yang bahagia menjadi terkonsentrasi.
ps1.1:419.3 Dengan pikiran yang terkonsentrasi, ia memahami sebagaimana adanya: “Ini adalah penderitaan”; ia memahami sebagaimana adanya: “Ini adalah asal-mula penderitaan”; ia memahami sebagaimana adanya: “Ini adalah lenyapnya penderitaan”; ia memahami sebagaimana adanya: “Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan”.
ps1.1:419.4 Ketika seseorang memperhatikan dengan bijaksana pada apa yang merupakan penderitaan, muncullah kegembiraan; pada orang yang bergembira muncullah sukacita; pada orang yang pikirannya bersukacita, tubuh menjadi tenang; tubuh yang tenang merasakan kebahagiaan; pikiran orang yang bahagia menjadi terkonsentrasi.
ps1.1:419.5 Dengan pikiran yang terkonsentrasi, ia memahami sebagaimana adanya: “Ini adalah penderitaan”; ia memahami sebagaimana adanya: “Ini adalah asal-mula penderitaan”; ia memahami sebagaimana adanya: “Ini adalah lenyapnya penderitaan”; ia memahami sebagaimana adanya: “Ini adalah jalan menuju lenyapnya penderitaan”.
ps1.1:419.6 Ketika seseorang memperhatikan dengan bijaksana pada apa yang tanpa-diri, muncullah kegembiraan …