Tesaṁyeva vitakkavicārānaṁ abhikkhaṇaṁ āsevanāya tassa tappoṇamānasaṁ hoti.
Dengan seringnya melatih pikiran dan penilaian itu, pikirannya menjadi condong ke arah itu.
Bagian yang Tersebar
Tesaṁyeva vitakkavicārānaṁ abhikkhaṇaṁ āsevanāya tassa tappoṇamānasaṁ hoti.
Dengan seringnya melatih pikiran dan penilaian itu, pikirannya menjadi condong ke arah itu.
Tassa vitakkavicārā oḷārikā khāyanti.
Baginya, pikiran dan penilaian tampak kasar.
Yañca pītisukhañca nekkhammañca oḷārikaṁ bhavati.
Dan apa yang merupakan kegembiraan, kebahagiaan, dan pelepasan menjadi tampak kasar.
Api ca samādhijā pīti rati ca jāyati.
Namun, kegembiraan dan kepuasan yang lahir dari konsentrasi muncul.
Tassa vicārārammaṇaṁ.
Baginya, objek penilaian (vicāra) adalah demikian.
Tesaṁ vūpasamā ajjhattaṁ ceto sampasīdati.
Dengan meredanya pikiran-pikiran itu, batin menjadi tenteram secara internal.
Ye vitakkavicārā dve dhammānussaritabbā.
Pikiran dan pemeriksaan (vitakka-vicara) adalah dua hal yang harus diingat.
Paccuppannā daraṇitabbaṁ.
Kondisi saat ini harus dipahami sebagaimana adanya.
Tesaṁ vūpasamā ekodibhāvaṁ cittekaggataṁ hoti.
Dengan meredanya itu, tercapai keadaan menyatu dan keterpusatan batin.
Tassa ekodibhāvena pīti pāripūriṁ gacchati.
Dengan keterpusatan itu, kegembiraan (pīti) mencapai pemenuhannya.
Yā pīti, taṁ somanassindriyaṁ, yaṁ sukhaṁ, taṁ sukhindriyaṁ.
Apa yang merupakan kegembiraan, itu adalah indria kepuasan batin; apa yang merupakan kebahagiaan, itu adalah indria kebahagiaan.
Yā cittekaggatā, ayaṁ samādhi.
Apa yang merupakan keterpusatan batin, itulah konsentrasi (samādhi).
Taṁ dutiyaṁ jhānaṁ caturaṅgasamannāgataṁ.
Itu adalah jhāna kedua yang memiliki empat faktor.
So pītiyā virāgā yāti ojahi jallasahagataṁ.
Karena kebosanan pada kegembiraan, ia meninggalkan apa yang menyertai kehangatan (nafsu).