pe7:10.1 Di sini, bagi seseorang yang berwatak seimbang antara nafsu, kebencian, dan kebodohan, jhāna-nya termasuk kategori keunggulan (visesabhāgiya). Keempat jhāna ini harus diuraikan dalam kaitannya dengan tujuh jenis orang.
pe7:10.2 Dan di antara empat konsentrasi (samādhi): jhāna pertama melalui konsentrasi dengan keinginan (chandasamādhi), jhāna kedua melalui konsentrasi dengan energi (vīriyasamādhi), jhāna ketiga melalui konsentrasi dengan pikiran (cittasamādhi), jhāna keempat melalui konsentrasi dengan penyelidikan (vīmaṁsāsamādhi).
pe7:10.3 Jhāna pertama melalui yang tanpa tujuan (appaṇihita), jhāna kedua melalui kekosongan (suññatā), jhāna ketiga melalui yang tanpa tanda (animitta), jhāna keempat melalui perhatian pada napas (ānāpānassati).
pe7:10.4 Dengan meredanya masing-masing pikiran indrawi (kāmavitakka) dan pikiran niat buruk (byāpāda), tercapai jhāna pertama; dengan meredanya pemikiran (vitakka) dan penilaian (vicāra), tercapai jhāna kedua; dengan meredanya indria kebahagiaan (sukhindriya) dan indria kegembiraan (somanassindriya), tercapai jhāna ketiga; dan dengan meredanya bentukan-bentukan jasmani (kāyasaṅkhāra), tercapai jhāna keempat.
pe7:10.5 Dengan berlandaskan pada pelepasan (cāga), tercapai jhāna pertama; dengan berlandaskan pada kebenaran (sacca), tercapai jhāna kedua; dengan berlandaskan pada kebijaksanaan (paññā), tercapai jhāna ketiga; dengan berlandaskan pada ketenangan (upasama), tercapai jhāna keempat.
pe7:10.6 Keempat jhāna ini telah diuraikan secara ringkas. Di sini, indria konsentrasi mencapai kesempurnaannya.
pe7:10.7 Ada empat hal yang menyertainya. Siapa yang mencapai penghancuran noda-noda (āsava) dengan bersandar pada jhāna pertama, ia adalah seorang yang berlatih dengan mudah (sukhā paṭipadā) namun memiliki pengetahuan langsung yang lambat (dandhābhiññā), melalui perlawanan terhadap indria ketidak-senangan (domanassindriya).
pe7:10.8 Siapa yang mencapai penghancuran noda-noda dengan bersandar pada jhāna kedua, ia adalah seorang yang berlatih dengan mudah dan memiliki pengetahuan langsung yang cepat (khippābhiññā), melalui perlawanan terhadap indria penderitaan (dukkhindriya).
pe7:10.9 Siapa yang mencapai penghancuran noda-noda dengan bersandar pada jhāna ketiga, ia adalah seorang yang berlatih dengan mudah namun memiliki pengetahuan langsung yang lambat, melalui perlawanan terhadap indria kegembiraan (somanassindriya).
pe7:10.10 Siapa yang mencapai penghancuran noda-noda dengan bersandar pada jhāna keempat, ia adalah seorang yang berlatih dengan mudah dan memiliki pengetahuan langsung yang cepat, melalui perlawanan terhadap indria kebahagiaan (sukhindriya).