Di sini, pada objek yang menyenangkan, pada landasan indria atau objek bentuk, penangkapan terhadap penanda (nimitta) itulah yang disebut pembalikan persepsi (saññāvipallāsa).
Di sini, pada pikiran yang terbalik, terhadap bentuk itu, “yang tidak indah dianggap indah” — persetujuan, kesenangan, pandangan netral, ketetapan, pandangan, penunjukan, dan penilaian — inilah pembalikan pandangan (diṭṭhivipallāsa).
Tiga pada kelompok jasmani, tiga pada perasaan, tiga pada pikiran, tiga pada fenomena — empat pembalikan persepsi, empat pembalikan pikiran, empat pembalikan pandangan. Dari segi akumulasi landasan-landasan, bagi seseorang yang memiliki persepsi kesadaran mata, terdapat dua belas pembalikan pada bentuk-bentuk; hingga bagi seseorang yang memiliki persepsi pikiran, terdapat dua belas pembalikan pada fenomena-fenomena. Enam kelompok dua belas menjadi empat pembalikan.
Ārammaṇanānattato hi aparimitasaṅkheyyānaṁ sattānaṁ aparimitamasaṅkheyyā vipallāsā bhavanti hīnukkaṭṭhamajjhimatāya.
Karena keanekaragaman objek, pembalikan-pernbalikan makhluk-makhluk yang tak terhingga dan tak terhitung jumlahnya menjadi tak terhingga dan tak terhitung, sesuai dengan tingkat rendah, tinggi, dan menengah.