pe6:37.1 Ketenangan (samatha) memiliki ciri meredakan gejolak pikiran; landasannya adalah jhāna-jhāna.
pe6:37.2 Pandangan terang (vipassanā) memiliki ciri menembus segala fenomena sebagaimana adanya; landasannya adalah segala yang dapat diketahui.
pe6:37.3 Ketidakserakahan (alobha) memiliki ciri meredakan keinginan; landasannya adalah menghindari mengambil yang tidak diberikan.
pe6:37.4 Ketidakbencian (adosa) memiliki ciri tidak bermusuhan; landasannya adalah menghindari pembunuhan makhluk hidup.
pe6:37.5 Ketidakdelusian (amoha) memiliki ciri tidak terhalang oleh objek; landasannya adalah praktik yang benar.
pe6:37.6 Persepsi ketidak-kekalan (aniccasaññā) memiliki ciri menangkap kehancuran fenomena yang terkondisi; landasannya adalah muncul dan lenyapnya.
pe6:37.7 Persepsi penderitaan (dukkhasaññā) memiliki ciri memahami kontak yang terkontaminasi; landasannya adalah perasaan (vedanā).
pe6:37.8 Persepsi ketiadaan-diri (anattasaññā) memiliki ciri tidak melekat pada segala fenomena; landasannya adalah persepsi terhadap fenomena.
pe6:37.9 Persepsi ketidak-menarikan (asubhasaññā) memiliki ciri memahami kebiruan, pembusukan, dan pembengkakan; landasannya adalah kejijikan (nibbidā).
pe6:37.10 Ketika kesepuluh bagian ini telah diuraikan, seluruh kelompok yang bermanfaat telah diuraikan. Dan hal ini dapat diketahui oleh seorang yang terpelajar, bukan oleh yang tidak terpelajar; oleh seorang yang bijaksana, bukan oleh yang tidak bijaksana; oleh seorang yang tekun, bukan oleh yang tidak tekun.