pe3:5.1 ‘Diguncang oleh pemikiran’ berarti nafsu indrawi.
pe3:5.2 ‘Merenungkan keindahan’ berarti objek nafsu indrawi.
pe3:5.3 ‘Ketagihan semakin bertambah’ berarti ketagihan indrawi.
pe3:5.4 ‘Ini membuat belenggu menjadi erat’ berarti nafsu. Demikianlah, dhamma apa pun yang ditempatkan sebagai akar, dhamma itulah yang harus dipahami di sini.
pe3:5.5 Sang Bhagavā tidak mengajarkan satu dhamma dengan merujuk pada dhamma yang lain.
pe3:5.6 Ketika seseorang berpikir dalam pikiran (vitakka) tentang pemikiran indrawi, pemikiran itulah yang ditunjukkan sebagai pemikiran indrawi.
pe3:5.7 ‘Memiliki nafsu kuat’ menunjukkan objek dari pemikiran itu sendiri.
pe3:5.8 ‘Merenungkan keindahan, ketagihan semakin bertambah’ menunjukkan nafsu itu sendiri sebagai ketagihan indrawi.
pe3:5.9 ‘Ini membuat belenggu menjadi erat’ menunjukkan belenggu ketagihan itu sendiri.
pe3:5.10 Demikianlah hendaknya dipahami dalam syair-syair.
pe3:5.11 Demikian pula dalam khotbah-khotbah (Sutta).