Ākāsānañcāyatanaṁ samāpannassa sato rūpasahagatā saññāmanasikārā visesāya saṁvattantīti na yujjati desanā, hānāya saṁvattantīti yujjati desanā.
Bagi seorang yang telah mencapai landasan ruang tanpa batas, persepsi dan perhatian yang menyertai bentuk tidaklah layak diajarkan sebagai menuju pada kemajuan, melainkan layak diajarkan sebagai menuju pada kemunduran.
Atau bagi seorang yang telah mencapai landasan kesadaran tanpa batas, persepsi dan perhatian yang menyertai landasan ruang tanpa batas tidaklah layak diajarkan sebagai menuju pada kemunduran, melainkan layak diajarkan sebagai menuju pada kemajuan.
Viññāṇañcāyatanaṁ samāpannassa sato ākāsānañcāyatanasahagatā saññāmanasikārā visesāya saṁvattantīti na yujjati desanā, hānāya saṁvattantīti yujjati desanā.
Bagi seorang yang telah mencapai landasan kesadaran tanpa batas, persepsi dan perhatian yang menyertai landasan ruang tanpa batas tidaklah layak diajarkan sebagai menuju pada kemajuan, melainkan layak diajarkan sebagai menuju pada kemunduran.
Atau bagi seorang yang telah mencapai landasan kekosongan, persepsi dan perhatian yang menyertai landasan kesadaran tanpa batas tidaklah layak diajarkan sebagai menuju pada kemunduran, melainkan layak diajarkan sebagai menuju pada kemajuan.
Ākiñcaññāyatanaṁ samāpannassa sato viññāṇañcāyatanasahagatā saññāmanasikārā visesāya saṁvattantīti na yujjati desanā, hānāya saṁvattantīti yujjati desanā.
Bagi seorang yang telah mencapai landasan kekosongan, persepsi dan perhatian yang menyertai landasan kesadaran tanpa batas tidaklah layak diajarkan sebagai menuju pada kemajuan, melainkan layak diajarkan sebagai menuju pada kemunduran.
Atau bagi seorang yang telah mencapai landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, persepsi dan perhatian yang menyertai landasan kekosongan tidaklah layak diajarkan sebagai menuju pada kemunduran, melainkan layak diajarkan sebagai menuju pada kemajuan.
Nevasaññānāsaññāyatanaṁ samāpannassa sato saññūpacārā visesāya saṁvattantīti na yujjati desanā, hānāya saṁvattantīti yujjati desanā.
Bagi seorang yang telah mencapai landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi, pengolahan persepsi tidaklah layak diajarkan sebagai menuju pada kemajuan, melainkan layak diajarkan sebagai menuju pada kemunduran.
Atau bagi seorang yang telah mencapai lenyapnya persepsi dan perasaan, persepsi dan perhatian yang menyertai landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi tidaklah layak diajarkan sebagai menuju pada kemunduran, melainkan layak diajarkan sebagai menuju pada kemajuan.
Kallatāparicitaṁ cittaṁ na ca abhinīhāraṁ khamatīti na yujjati desanā, kallatāparicitaṁ cittaṁ atha ca abhinīhāraṁ khamatīti yujjati desanā.
Bahwa pikiran yang telah terlatih dengan baik tidak mampu menahan dorongan kehendak tidaklah layak diajarkan, melainkan bahwa pikiran yang telah terlatih dengan baik mampu menahan dorongan kehendak itulah yang layak diajarkan.