“Viññāṇe ce, bhikkhave, āhāre sati nāmarūpassa avakkanti hoti, nāmarūpassa avakkantiyā sati punabbhavo hoti, punabbhave sati jāti hoti, jātiyā sati jarāmaraṇaṁ sokaparidevadukkhadomanassupāyāsā sambhavanti.
“Jika, para bhikkhu, terdapat makanan berupa kesadaran, maka terjadi kemunculan batin dan bentuk jasmani. Dengan adanya kemunculan batin dan bentuk jasmani, maka terjadi kelahiran kembali. Dengan adanya kelahiran kembali, maka terjadi kelahiran. Dengan adanya kelahiran, maka kelahiran, penuaan, kematian, kesedihan, ratapan, penderitaan, dukacita, dan keputusasaan muncul.