ne37:529.1 Sebab itu ada dua macam: yaitu perbuatan dan kekotoran batin. Asal-mula (samudaya) adalah kekotoran batin.
ne37:529.2 Di sini, kekotoran batin harus diuraikan melalui sutta yang berhubungan dengan bagian kekotoran (saṅkilesabhāgiya).
ne37:529.3 Asal-mula (samudaya) harus diuraikan melalui sutta yang berhubungan dengan bagian kekotoran dan juga bagian pembiasaan (vāsanābhāgiya).
ne37:529.4 Di sini, yang bermanfaat harus diuraikan melalui empat sutta: melalui bagian pembiasaan, bagian penglihatan, bagian pengembangan, dan bagian seorang yang telah selesai berlatih (asekha).
ne37:529.5 Yang tidak bermanfaat harus diuraikan melalui sutta yang berhubungan dengan bagian kekotoran.
ne37:529.6 Yang bermanfaat dan yang tidak bermanfaat harus diuraikan melalui keduanya.
ne37:529.7 Apa yang diperbolehkan oleh Sang Bhagavā harus diuraikan melalui hal yang diperbolehkan-Nya. Itu ada lima macam: pengendalian, pelepasan, pengembangan, realisasi, dan kesesuaian dengan yang diperbolehkan. Apa yang terlihat di berbagai tingkatan harus diuraikan melalui kesesuaian dengan yang diperbolehkan.
ne37:529.8 Apa yang ditolak oleh Sang Bhagavā harus diuraikan melalui alasan penolakan-Nya.
ne37:529.9 Apa yang diperbolehkan dan apa yang ditolak harus diuraikan melalui keduanya.
ne37:529.10 Pujian (thavo) harus diuraikan melalui penghargaan (pasaṁsāya).
ne37:529.11 Itu harus dipahami melalui lima cara: terhadap Sang Bhagavā, terhadap Dhamma, terhadap Saṅgha mulia, terhadap ajaran-ajaran mulia, terhadap latihan, dan terhadap pencapaian kualitas-kualitas duniawi yang baik.
ne37:529.12 Demikianlah pujian harus diuraikan melalui lima cara.