Di sini, seorang yang berwatak pandangan salah, setelah meninggalkan keduniawian dalam ajaran ini, hidup dengan praktik pengikisan (kekotoran batin) dan memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap praktik pengikisan itu.
Seorang yang berwatak kemelekatan, setelah meninggalkan keduniawian dalam ajaran ini, hidup dengan praktik latihan moral dan memiliki rasa hormat yang mendalam terhadap latihan moral itu.
Seorang yang berwatak kemelekatan, ketika memasuki jalan yang benar, menjadi seorang pengikut keyakinan (saddhānusārī). Seorang yang berwatak pandangan salah mencapai pembebasan melalui praktik yang menyenangkan dengan pemahaman yang lambat dan juga pemahaman yang cepat.