<b>Upaccagā manti anutthunātī</b>ti.
<b>Ia melampauiku, maka ia meratap</b> artinya.
8. Penjelasan Sutta Pasūra
<b>Upaccagā manti anutthunātī</b>ti.
<b>Ia melampauiku, maka ia meratap</b> artinya.
So maṁ vādena vādaṁ accagā upaccagā atikkanto samatikkanto vītivattoti.
Ia melampauiku dalam perdebatan, mengalahkanku, melampaui, dan melewati batasku.
Evampi upaccagā manti.
Demikianlah “ia melampauiku, maka ia meratap.”
Atha vā maṁ vādena vādaṁ abhibhavitvā ajjhottharitvā pariyādiyitvā maddayitvā carati viharati iriyati vattati pāleti yapeti yāpetīti.
Atau, setelah mengalahkanku dalam perdebatan, menindihku, menguasaiku, dan menghancurkanku, ia berjalan, berdiam, bergerak, beraktivitas, menjalani, dan melanjutkan kehidupannya.
Evampi upaccagā manti.
Demikianlah “ia melampauiku, maka ia meratap.”
<b>Anutthunā</b> vuccati vācā palāpo vippalāpo lālappo lālappāyanā lālappāyitattanti—
<b>Ratapan</b> disebut sebagai ucapan, celoteh, gumaman, tangisan, ratapan, dan keluhan—
upaccagā manti anutthunāti.
“Ia melampauiku, maka ia meratap.”