mnd7:9.1 Apakah keterasingan batin?
mnd7:9.2 Bagi seorang yang telah mencapai jhāna pertama, batinnya terasing dari rintangan-rintangan (nīvaraṇa).
mnd7:9.3 Bagi seorang yang telah mencapai jhāna kedua, batinnya terasing dari pemikiran dan penilaian (vitakka-vicāra).
mnd7:9.4 Bagi seorang yang telah mencapai jhāna ketiga, batinnya terasing dari kegembiraan (pīti).
mnd7:9.5 Bagi seorang yang telah mencapai jhāna keempat, batinnya terasing dari kesenangan dan kesakitan.
mnd7:9.6 Bagi seorang yang telah mencapai landasan ruang tanpa batas (ākāsānañcāyatana), batinnya terasing dari persepsi bentuk, persepsi rintangan, dan persepsi keberagaman.
mnd7:9.7 Bagi seorang yang telah mencapai landasan kesadaran tanpa batas (viññāṇañcāyatana), batinnya terasing dari persepsi landasan ruang tanpa batas.
mnd7:9.8 Bagi seorang yang telah mencapai landasan kekosongan (ākiñcaññāyatana), batinnya terasing dari persepsi landasan kesadaran tanpa batas.
mnd7:9.9 Bagi seorang yang telah mencapai landasan bukan persepsi maupun bukan non-persepsi (nevasaññānāsaññāyatana), batinnya terasing dari persepsi landasan kekosongan.
mnd7:9.10 Bagi seorang pemasuk arus (sotāpanna), batinnya terasing dari pandangan salah tentang kepribadian (sakkāyadiṭṭhi), keragu-raguan (vicikicchā), genggaman pada moralitas dan praktik (sīlabbataparāmāsa), kecenderungan tersembunyi pada pandangan salah, kecenderungan tersembunyi pada keragu-raguan, serta bersama dengan kekotoran batin yang menyertainya.
mnd7:9.11 Bagi seorang yang kembali sekali (sakadāgāmi), batinnya terasing dari belenggu nafsu indra yang kasar, belenggu kemarahan yang kasar, kecenderungan tersembunyi pada nafsu indra yang kasar, kecenderungan tersembunyi pada kemarahan yang kasar, serta bersama dengan kekotoran batin yang menyertainya.
mnd7:9.12 Bagi seorang yang tidak kembali (anāgāmi), batinnya terasing dari belenggu nafsu indra yang halus, belenggu kemarahan yang halus, kecenderungan tersembunyi pada nafsu indra yang halus, kecenderungan tersembunyi pada kemarahan yang halus, serta bersama dengan kekotoran batin yang menyertainya.
mnd7:9.13 Bagi seorang yang telah mencapai kesucian (arahat), batinnya terasing dari nafsu pada alam bentuk (rūparāga), nafsu pada alam tanpa bentuk (arūparāga), kesombongan (māna), kegelisahan (uddhacca), ketidaktahuan (avijjā), kecenderungan tersembunyi pada kesombongan, kecenderungan tersembunyi pada nafsu terhadap penjelmaan, kecenderungan tersembunyi pada ketidaktahuan, serta bersama dengan kekotoran batin yang menyertainya, dan juga terasing dari segala tanda (nimitta) eksternal—
mnd7:9.14 Inilah keterasingan batin.