Kathaṁ arahā muttāvīti tādī?
Bagaimana seorang arahat disebut sebagai seorang yang telah terbebas, demikianlah ia yang tenang?
5. Penjelasan Sutta Paramaṭṭhaka
Kathaṁ arahā muttāvīti tādī?
Bagaimana seorang arahat disebut sebagai seorang yang telah terbebas, demikianlah ia yang tenang?
Arahato rāgā cittaṁ muttaṁ vimuttaṁ suvimuttaṁ,
Batin seorang arahat telah terbebas, terlepas, dan terbebas sempurna dari nafsu,
dosā cittaṁ muttaṁ vimuttaṁ suvimuttaṁ,
batin telah terbebas, terlepas, dan terbebas sempurna dari kebencian,
mohā cittaṁ muttaṁ vimuttaṁ suvimuttaṁ,
batin telah terbebas, terlepas, dan terbebas sempurna dari delusi,
kodhā …
dari kemarahan …
upanāhā …
dari dendam …
makkhā …
dari kemunafikan …
paḷāsā …
dari sikap merendahkan …
issāya …
dari keirihatian …
macchariyā …
dari kekikiran …
māyāya …
Dari tipu daya …
sāṭheyyā …
Dari kecurangan …
thambhā …
Dari kekerasan hati …
sārambhā …
Dari sifat lekas marah …
mānā …
Dari kesombongan …
atimānā …
Dari keangkuhan …
madā …
Dari kemabukan batin …
pamādā …
Dari kelengahan …
sabbakilesehi …
Dari segala kekotoran batin …
sabbaduccaritehi …
Dari segala perbuatan buruk …
sabbadarathehi …
Dari segala kesedihan …
sabbapariḷāhehi …
Dari segala gejolak batin …
sabbasantāpehi …
Dari segala penderitaan batin …
sabbākusalābhisaṅkhārehi cittaṁ muttaṁ vimuttaṁ suvimuttaṁ.
Batin telah terbebas, terlepas, dan sungguh terlepas dari segala bentukan-bentukan batin yang tidak baik.
Evaṁ arahā muttāvīti tādī.
Demikianlah seorang arahat yang telah terbebas disebut seorang yang tenang.