mnd5:3.1 <b>Dengan berdiam dalam pandangan-pandangan, menganggap sesuatu sebagai yang tertinggi</b>—
mnd5:3.2 Ada beberapa petapa dan brahmana yang berpandangan tertentu.
mnd5:3.3 Dari enam puluh dua pandangan salah itu, masing-masing mengambil, memegang, menggenggam, meraih, dan berpegang teguh pada salah satu pandangan salah dengan anggapan 'inilah yang tertinggi, terunggul, terbaik, termulia, terutama, terluhur', lalu mereka berdiam, menetap, menghuni, dan hidup dalam pandangannya masing-masing.
mnd5:3.4 Seperti halnya para perumah tangga yang berdiam di rumah-rumah, atau mereka yang memiliki pelanggaran berdiam dalam pelanggaran-pelanggaran, atau mereka yang memiliki kekotoran batin berdiam dalam kekotoran-kekotoran batin;
mnd5:3.5 demikian pula para petapa dan brahmana itu berdiam dalam pandangan-pandangan salah.
mnd5:3.6 Dari enam puluh dua pandangan salah itu, masing-masing mengambil, memegang, menggenggam, meraih, dan berpegang teguh pada salah satu pandangan salah dengan anggapan 'inilah yang tertinggi, terunggul, terbaik, termulia, terutama, terluhur', lalu mereka berdiam, menetap, menghuni, dan hidup dalam pandangannya masing-masing—
mnd5:3.7 demikianlah ia yang berdiam dengan menganggap sesuatu sebagai yang tertinggi di antara pandangan-pandangan itu.