Yato catūhi ariyamaggehi sabbā ca mārasenā sabbe ca paṭisenikarā kilesā jitā ca parājitā ca bhaggā vippaluggā parammukhā, so vuccati visenibhūto.
Karena dengan keempat jalan mulia, seluruh pasukan Māra dan semua musuh yang melawan, yaitu kekotoran batin, telah ditaklukkan dan dikalahkan, dihancurkan, dibuyarkan, dan dibalikkan, maka ia disebut telah bebas dari permusuhan.
So diṭṭhe visenibhūto, sute visenibhūto, mute visenibhūto, viññāte visenibhūtoti—
Ia yang telah bebas dari permusuhan dalam apa yang dilihat, bebas dari permusuhan dalam apa yang didengar, bebas dari permusuhan dalam apa yang dirasakan, bebas dari permusuhan dalam apa yang diketahui—