<b>Na brāhmaṇo aññato suddhimāha diṭṭhe sute sīlavate mute vā</b>ti.
<b>Brahmana tidak menyatakan kemurnian dari yang lain, baik dari yang dilihat, didengar, moralitas, maupun upacara</b>—demikianlah.
4. Penjelasan Sutta tentang Kesucian
<b>Na brāhmaṇo aññato suddhimāha diṭṭhe sute sīlavate mute vā</b>ti.
<b>Brahmana tidak menyatakan kemurnian dari yang lain, baik dari yang dilihat, didengar, moralitas, maupun upacara</b>—demikianlah.
<b>Nā</b>ti paṭikkhepo.
<b>Tidak</b> berarti penolakan.
<b>Brāhmaṇo</b>ti sattannaṁ dhammānaṁ bāhitattā brāhmaṇo—
<b>Brahmana</b> adalah ia yang telah menghalau tujuh hal—
sakkāyadiṭṭhi bāhitā hoti, vicikicchā bāhitā hoti, sīlabbataparāmāso bāhito hoti, rāgo bāhito hoti, doso bāhito hoti, moho bāhito hoti, māno bāhito hoti.
pandangan tentang identitas telah dihalau, keragu-raguan telah dihalau, genggaman pada moralitas dan upacara telah dihalau, nafsu telah dihalau, kebencian telah dihalau, delusi telah dihalau, keangkuhan telah dihalau.
Bāhitāssa honti pāpakā akusalā dhammā saṅkilesikā ponobhavikā sadarā dukkhavipākā āyatiṁ jātijarāmaraṇiyā.
Ia telah menghalau kualitas-kualitas buruk yang tidak bermanfaat, yang mengotori, yang membawa pada kelahiran kembali, yang menyakitkan, yang berakibat penderitaan, yang mengarah pada kelahiran, penuaan, dan kematian di masa depan.