mnd3:19.1 Ia mengerahkan dan menguatkan pikiran.
mnd3:19.2 Bahkan usaha semacam ini disebut tekad, bukan moralitas.
mnd3:19.3 “Aku tidak akan membuka postur duduk ini sebelum pikiranku terbebas dari kekotoran tanpa kemelekatan”—
mnd3:19.4 ia mengerahkan dan menguatkan pikiran.
mnd3:19.5 Bahkan usaha semacam ini disebut tekad, bukan moralitas.
mnd3:19.6 “Aku tidak akan bangkit dari tempat duduk ini,
mnd3:19.7 tidak akan turun dari tempat berjalan,
mnd3:19.8 Aku akan meninggalkan vihara,
mnd3:19.9 Aku akan meninggalkan rumah beratap pelana,
mnd3:19.10 Aku akan meninggalkan istana,
mnd3:19.11 Aku akan meninggalkan rumah bertingkat,
mnd3:19.12 Aku akan meninggalkan gua,
mnd3:19.13 Aku akan meninggalkan tempat perlindungan,
mnd3:19.14 Aku akan meninggalkan gubuk,
mnd3:19.15 Aku akan meninggalkan rumah dengan atap runcing,
mnd3:19.16 Aku akan meninggalkan loteng,
mnd3:19.17 Aku akan meninggalkan paviliun,
mnd3:19.18 Aku akan meninggalkan bangunan bertiang,
mnd3:19.19 Aku akan meninggalkan aula pertemuan,
mnd3:19.20 Aku akan meninggalkan pendopo,
mnd3:19.21 Aku akan meninggalkan bawah pohon sampai pikiranku terbebaskan dari kekotoran batin tanpa kemelekatan,”—
mnd3:19.22 ia mengerahkan dan membangkitkan pikirannya.
mnd3:19.23 Bahkan tekad semacam ini disebut sumpah, bukan moralitas.